Bocor! Bocor! Ini Cara Mengatasinya

Diposkan oleh

“Bocor! Bocor!” begitu kata-kata yang terlontar pada iklan sebuah produk waterproofing atap. Tema iklan ini tampaknya begitu  mengena, sehingga melambungkan produk tersebut dan menggeser merk lain yang terlebih dulu eksis. Dan kini, produk-produk waterproofing retail pun semakin banyak beredar dan dikenal di kalangan masyarakat.

atap-bocorBerbicara masalah kebocoran yang terjadi pada rumah tinggal, tampaknya sudah jamak terjadi di semua rumah tinggal. Kita tidak bisa mencegah sama sekali. Yang bisa kita lakukan adalah meminimalkan resiko terjadinya kebocoran. Mengapa? Karena penyebab terjadinya kebocoran terkait pula dengan faktor alam. Penggunaan atap dak beton tidak menjamin bebas bocor. Perbedaan cuaca yang tinggi, antara teriknya panas matahari di siang hari, dengan dinginnya angin di malam hari, menyebabkan muai-susut pada atap, yang menyebabkan crack (retak) dan kemudian menyebabkan kebocoran.

Kebocoran yang menerpa rumah tentu membuat penghuninya menjadi tidak nyaman. Selain air menetes terus-menerus, bagian rumah lainnya berpotensi menjadi rusak. Jika terkena plafon, bisa menyebabkan plafon berlubang. Jike terkena dinding, dinding akan menggelembung dan catnya terkelupas. Ruangan yang terus-menerus terkena bocor pun menjadi lebih lembab, sehingga mengganggu kesehatan.

Jenis-jenis Kebocoran

Jika kita lihat terjadi kebocoran, sebaiknya segera kita “obati” kebocoran tersebut. Jangan tunda langkah ini, dan jangan tunggu hingga penyakit bocor ini merajalela. Namun kita juga jangan bertindak gegabah. Jika salah dalam penanganan kebocoran, itu tidak “menyembuhkan”, kecuali hanya menutup “luka” saja. Sebagaimana seorang dokter mendiagnosa suatu penyakit, kita pun harus mendiagnosa apa sumber dan penyebab kebocoran itu. Ada dua hal dalam mendiagnosa sumber kebocoran, yaitu lokasi sumber titik kebocoran dan jenis kebocoran.

Berdasarkan lokasi sumber kebocoran, penyebab kebocorannya dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Sumber kebocoran pada nok dan genteng, yaitu genteng pecah/melorot dan plesteran nok retak
  2. Sumber kebocoran pada dak beton, yaitu dak retak dan kemiringan tidak benar
  3. Sumber kebocoran pada pertemuan dinding dengan rumah tetangga, yaitu ada celah antar dinding, tinggi dinding tidak sama dan retak di tepi dinding
  4. Sumber kebocoran pada talang, yaitu retak pada talang jurai dan pertemuan atap

Kebocoran Karena Genteng Pecah/Melorot

Perbaikan pada kebocoran ini tergantung pada kondisi genteng yang pecah tersebut. Jika gentengnya rusak parah, maka harus diganti dengan genteng yang baru. Dalam keadaan darurat, anda dapat menutup bagian genteng yang pecah tersebut dengan plastik atau terpal agar ait hujan tidak masuk. Namun jika genteng hanya ratak, anda dapat menambalnya dengan waterproofing dan serat fiber. Dapat juga diaplikasikan waterproofing bitumen membrane yang sudah ada adhesifnya. Bentuknya seperti double tape yang sudah ada perekatnya, sehingga praktis dalam penggunaannya.

Kedua jenis waterproofing tersebut mensyaratkan hal yang sama, yaitu bahwa permukaan genteng yang akan diaplikasi harus dalam keadaan kering dan bersih. Jika diaplikasikan dalam keadaa genteng masih lembab dan masih ada kotoran yang masih menempel, maka akan mengurangi daya rekatt waterproofing, sehingga daya tutup terhadap kebocoran tidak akan lama.

Kebocoran Karena Plesteran Nok Retak

perbaikan-atap-bocorPlesteran pada nok genteng merupakan sumber terbesar penyebab kebocoran dalam hal ini. Plesteran yang tidak sempurna dapat membuat area ini retak dan nok mudah terlepas. Cara penanganan kebocoran ini adalah dengan menambal area yang bocor dengan waterproofing berbahan dasar akrilik beserta serat fiber. Waterproofing jenis ini diperlukan karena akan terpaparr sinar matahari langsung. Karena itu jangan menggunakan waterproofing yang berbahan dasar semen, karena elongasinya lebih rendah sehingga mudah retak.

Kebocoran Karena Atap Dak Retak

atap-bocor2Kebocoran pada atap dak, bisa disebabkan karena adanya keretakan. Keretakan ini bisa hanya pada plesterannya (screed) atau juga retak pada plat betonnya. Penyebabnya yang paling sering terjadi adalah karena proses pekerjaan plat  dak beton yang kurang baik.

Selain agregat betonnya harus memenuhi syarat komposisi agregat yang benar sehingga menghasilkan mutu beton yang baik, idealnya setelah selesai proses pengecoran, dak beton harus memenuhi masa curing (perawatan) selama 14-21 hari. Secara  sederhana, proses curing ini biasa dilakukan dengan cara setiap hari merendam dengan air pada permukaan beton dan menutupinya dengan karung atau terpal. Tujuannya adalah agar proses pengeringan beton tidak terlalu cepat, sehingga tidak mudah retak. Setelah itu aplikasikan waterproofing dan screed.

Ada pun cara mengatasi kebocoran jika yang retak hanya screednya saja, cukup lapisi dengan adukan seme untuk plesteran, lalu aplikasikan waterproofing yang berbahan dasar polyurethane (PU) karena jenis ini lebih tahan terhadap sinar matahari. Jangan menggunakan waterproofing cement base karena jenis ini tidak tahan sinar matahari, sehingga mudah retak. Untuk retakan yang cukup lebar, gunakan serat fiber untuk menutup retakan tersebut, dan aplikasikan kembali waterproofing.

Jika retakan sudah mencapai core beton, maka retakan beton itu harus diisi dengan adukan beton yang dicampur dengan additif, yang lebih dikenal dengan sebutan grouting. Material yang setingkat lebih baik adalah menggunakan bahan khusus yang terbuat dari epoxy. Proses penutupan celah atau retak beton ini dikenal dengan proses injeksi beton. Setelah selesai proses injeksi, lapiskan waterproofing dan lapiskan lagi dengan plesteran/screed.

Kebocoran Karena Kemiringan Atap Dak Tidak Benar

Kemiringan atap dak idealnya adalah 2 persen mengarah ke lubang drainase. Jika kurang dari itu, kemungkinan akan terjadi genangan air, karena biasanya permukaan beton tidak bisa mulus sekali, dan biasanya permukaannya bergelombang. Ditambah dengan kemungkinan terjadinya sumbatan pada lubang drainase (roof drain), maka kedua hal tersebut dapat menyababkan kebocoran karena air yang menggenang lama-kelamaan akan mencari ccelah untuk turun ke bawah dan akhirnya terjadi kebocoran.

Satu-satunya cara untuk mengatasi kebocoran ini adalah dengan meratakan lagi permukaan dak dengan plesteran/screed, dan kemudian mengaplikasikan waterproofing jenis polyurethane base. Untuk pemeliharaan selanjutnya, bersihkan secara berkala saluran drainase dari dari kotoran dan sampah, termasuk saluran pipa vertikal yang menuju ke pembuangan di bawah..

Kebocoran Karena Ada Celah antar Dinding

Pada kasus  kebocoran yang terjadi pada dinding yang bersebelahan dengan tetangga, dua dinding rumah kita dengan tetangga pada dasarnya memiliki struktur sendiri, sehingga mengalami muai-susut yang berbeda. Hal ini menyebabkan timbulnya retakan/celah antar dinding tersebut. Celah tersebut pada saat hujan akan menampung air, yang pada gilirannya akan menimbulkan rembesan pada dinding bagian dalam kedua rumah.

Cara mengatasinya, pada dinding yang lebih rendah tutup celah menggunakan spesi 1:3, dengan kemiringan mengarah ke sisi dalam rumah kita. Setelah kering, di atasnya kita aplikasikan flashing menggunakan seng BJLS atau lebih baik menggunakan lembaran zincalume. Flashing ini berfungsi sebagai talang datar agar air tidak masuk ke pertemuan dua dinding tersebut.

Jika tidak menggunakan flashing, bisa juga digantikan dengan menggunakan waterproofing akrilik yang berbahan dasar polyurethane yang diperkuat dengan serat fiber. Waterproofing tersebut menjadi lapisan kedap air yang menghalangi air masuk ke celah pertemuan dua dinding.

Kebocoran Karena Dinding yang Retak

Retak dinding yang terjadi ada dua macam, yaitu retak rambut dan retak struktur. Retak rambut adalah retak non struktural yang dapat menyebabkan air merembes ke dalam. Sedangkan retak struktur adalah retak dinding lebih dari 2mm, yang dapat menyebabkan air mengalir ke dalam.

Penanganan kedua jenis retak tersebut dilakukan pada dinding sisi luar, setelah itu baru dilakukan perbaikan kosmetis pada dinding sisi dalam. Untuk perbaikan retak rambut, cukup dengan melapiskan acian yang ditambah dengan bahan additif, dan setelah itu diaplikasikan waterproofing yang berbahan dasar akrilik. Sedangkan untuk retak struktur, buka retakan tersebut dengan cara diketrek, lalu tambal dengan spesi 1:3 atau mortar instan. Setelah kering, aplikasikan waterproofing yang berbahan dasar akrilik.

Namun jika retak dinding yang terjadi disebabkan oleh masalah struktur yang lebih berat, maka perlu dilakukan perbaikan atau renovasi secara struktural pada pondasi, kolom atau balok. Setelah itu baru dilakukan penanganan seperti di atas.

Kebocoran yang Terjadi pada Talang 

talang-rmhPada talang jurai sering terjadi kebocoran padahal tidak ada sampah yang menumpuk di talanng. Hal itu kemungkinan disebabkan karena bahan talang seng yang sudah berkarat. Lubang akibat karat inilah yang menjadi jalan masuknya air. Jika talang seng sudah berkarat, lakukan penggantian. Pastikan talang memiliki kemiringan yang cukup. Jika terdapat sambungan, aplikasikan karet pelindung agar air tidak menembus sambungan (misalnya dengan waterproofing bitumen membrane). Untuk mencegah karat pada talang, aplikasikan zinc chromate atau produk lain untuk pelindung karat.

Pada talang datar yang dibuat dari beton, jika terjadi kebocoran, cara mengatasinya adalah sama dengan kebocoran yang terjadi pada atap dak beton, yaitu lapiskan waterproofing jenis cement base, kemudian ditutup dengan plesteran atau screed.

 

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s