Engineering / Manajemen Konstruksi

Shop Drawing Copy Paste? No Way!

shop-drawing

Sebelumnya, saya pernah memposting artikel tentang :

  1. Mengenal Beberapa Gambar dalam Proses Konstruksi
  2. Masih Ada yang Keliru Memahami Shop Drawing

Pada artikel yang pertama, saya membahas tentang gambar-gambar apa saja yang diproduksi dan menjadi acuan selama proses konstruksi, mulai dari perencanaan hingga selesai masa konstruksi. Dalam hal ini, kita mengenal :

  1. Gambar perencanaan
  2. Gambar tender (for tender)
  3. Gambar for construction
  4. Gambar Shop drawing
  5. Gambar As built  drawing

Pada artikel kedua, saya membahas tentang beberapa kekeliruan dalam memahami apa itu shop drawing dan bagaimana kedudukannya dalam proses pekerjaan konstruksi berlangsung.

Seperti yang pernah saya sampaikan pada artikel tersebut, pada artikel ini saya akan menyampaikan beberapa kekeliruan dalam mengerjakan shop drawing, dan bagaimana seharusnya pembuatan shop drawing itu.

Peranan Shop Drawing

Shop drawing adalah gambar yang dibuat oleh Kontraktor yang disetujui oleh Konsultan Pengawas yang menjadi dasar dalam pelaksanaan pekerjaan. Shop drawing memegang peranan yang penting dalam terlaksananya pekerjaan yang sesuai dengan perencanaan. Gambar ini menjadi media komunikasi antara perencanaan dan pelaksanaan yang vital sehingga harus diperhatikan dalam pembuatannya.

Sebagai media komunikasi, shop drawing haruslah memperhatikan usernya. Di lapangan, gambar ini digunakan oleh pelaksana/supervisor, mandor, dan pekerja. Oleh karena itu gambar ini harus memiliki tingkat kejelasan yang tinggi sedemikian pengguna tinggal pakai dan tidak perlu lagi membuat persepsi atau asumsi-asumsi yang bisa berakibat terjadinya kesalahan pelaksanaan.

Harus diketahui tingkat kemampuan dan pemahaman mereka dalam membaca dan mempersepsikan gambar shop drawing. Pelaksana mungkin cukup mampu untuk membaca gambar tersebut, tapi bagaimana dengan mandor dan pekerja? Mandor dan pekerja biasanya masih memerlukan penjelasan secara verbal dari pelaksana. Dengan memahami kemampuan user/pengguna yang berbeda-beda, maka shop drawing harus dibuat secara detail dan spesifik, namun tetap komunikatif sehingga mudah dipahami.

Kekeliruan yang Sering Terjadi Dalam Membuat Shop Drawing

Shop drawing menjadi media komunikasi yang vital antara desain dan pelaksanaan. Karena itu shop drawing haruslah dibuat dengan tingkat detail sedemikian sehingga pelaksana dapat dengan mudah memahami apa yang harus dikerjakan. Sayangnya kejadian di lapangan tidaklah selalu demikian. Banyak sekali shop drawing yang ada berupa gambar kontrak yang diperbesar dan disesuaikan ukuran dan skalanya pada bagian yang dilaksanakan. Drafter ibarat jadi mesin fotokopi yang hanya bisa memperbesar gambar, tapi tidak bisa memperdetail gambar. Sampai kapan ini akan terus terjadi?

Dari beberapa obrolan tentang pembuatan shop drawing di proyek, seringkali shop drawing dibuat dengan cara mendapatkan soft copy gambar kontrak lalu gambar tersebut diperbesar pada area yang akan dikerjakan dengan sedikit sentuhan penjelasan yang juga belum memadai. Lebih parah lagi, pada sebuah proyek (seperti diceritakan oleh seorang teman), pembuatan shop drawing cukup hanya dengan copy paste gambar kontrak, lalu ganti kop gambar, selesai. Hal ini tentu akan membuat pengguna akan kesulitan dan butuh waktu yang ekstra dalam memahami gambar yang akan dikerjakan. Akibatnya akan berpotensi pada terjadinya keterlambatan pelaksanaan.

Problem dan Kendala Dalam Pembuatan Shop Drawing

Banyak permasalahan yang terjadi selama proses pembuatan shop drawing di proyek. Beberapa di antaranya adalah :

  1. Gambar dari konsultan perencana sering tidak cukup detail, sehingga memerlukan komunikasi dengan klarifikasi dengan pihak perencana
  2. Jumlah drafter yang sedikit tidak sebanding dengan kebutuhan gambar di lapangan
  3. Tingkat penguasaan materi oleh drafter, yang tidak sesuai dengan ekspektasi site engineer
  4. Tidak adanya SOP mengenai proses pembuatan, approval, dan distribusi shop drawing
  5. Lamanya waktu persetujuan oleh konsultan pengawas (MK) dan kemungkinan penolakan gambar
  6. Macam-macam gambar yang harus dibuat shop drawing dan detail gambarnya
  7. Urutan pembuatan shop drawing yang dibuat sesuai master schedule, namun kadang perlu penyesuaian karena terjadi perubahan schedule pekerjaan

Manajemen Shop Drawing

Untuk mengatasi problem dan kendala-kendala tersebut, apa yang harus dilakukan? Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan :

1. Membuat Schedule Shop Drawing

Schedule shop drawing dibuat dengan mengacu pada master schedule yang telah dibuat dan disetujui oleh owner/MK. Kapan shop drawing sebuah pekerjaan harus diselesaikan oleh tim engineering? Tentu harus dipertimbangkan dengan adanya proses approval shop drawing oleh konsultan pengawas (MK) dan distribusi shop drawing kepada tim lapangan.

Jika proses di atas memerlukan waktu dua minggu, maka shop drawing harus sudah diajukan paling lambat tiga minggu sebelumnya. Waktu seminggu tersebut diperlukan oleh tim lapangan untuk mempelajari dan mempersiapkan lahan untuk pekerjaan terkait.

2. Mempelajari Gambar Kontrak, RKS, BQ dan Dokumen Kontrak Lainnya

Dokumen-dokumen terkait kontrak harus dipelajari dan dijelaskan kepada drafter. Sangat penting bagi engineer untuk menguasai gambar kontrak, RKS, dan BQ agar tidak terjadi kesalahan pelaksanaan proyek. Setelah mempelajarinya, maka harus dikoordinasikan kepada drafter untuk dibuat shop drawingnya. Gambar shop drawing untuk suatu pekerjaan juga harus memperhatikan gambar terkait yang lain. Misalnya pekerjaan struktur harus memperhatikan desain arsitektur dan M/E pada area yang akan dibuat shop drawingnya. Jika diperlukan, dapat dibuat shop drawing komposit atau superimpose antara ketiga gambar tersebut. Gambar yang memuat koordinasi dari berbagai disiplin struktur, arsitektur dan MEP, disebut shop drawing koordinasi atau coordination drawing.

3. Komunikasi Antara Engineer dan Supervisi

Komunikasi sangat diperlukan  antara bagian teknik (engineering) dengan pelaksana/supervisi di lapangan. Komunikasi tersebut dapat dilakukan baik secara formal dalam bentuk pertemuan dalam rangka sosialisasi shop drawing, maupun secara informal dalam bentuk diskusi secara langsung, antara engineer dengan site manager atau supervisor. Maksud dan tujuan komunikasi tersebut adalah :

  • Menampung ide inovasi dan efisiensi yang dapat dilakukan dengan pertimbangan waktu, biaya, dan kemudahan pelaksanaan.
  • Kesepakatan terkait spesifikasi dan gambar yang belum jelas, perbedaan BQ dengan gambar, efisiensi volume dan inovasi yang akan dilakukan untuk dibuat shop drawingnya.
  • Menentukan gambar apa saja yang diperlukan dan prioritasnya disesuaikan dengan tingkat produktifitas gambar.
  • Setelah melalui komunikasi sebagai input dalam pembuatan shop drawing, perlu dilakukan sosialisasi shop drawing yang dimaksudkan sebagai tambahan penjelasan verbal dalam memahami shop drawing, baik tentang pemahaman shop drawing itu sendiri, spesifikasi materialnya, maupun metode pelaksanaannya.
  • Pada beberapa kasus, terutama untuk gambar yang sangat mendesak, dapat dibuatkan sketsa yang informatif sehingga eksekusi di lapangan dapat segera dilaksanakan. Namun perlu diingat bahwa sebaiknya tetap berkoordinasi dengan konsultan pengawas  (MK).
meeting-proyek

Komunikasi dan sosialisasi dalam proses perencanaan dan pembuatan shop drawing

4. Melakukan Koreksi Shop Drawing

Shop drawing yang dibuat oleh drafter harus dikoreksi oleh engineer untuk menjamin ketepatan metode yang telah disepakati dan kesesuaian dengan kontrak, sehingga efektif dalam penggunaanya sebagai gambar kerja. Pengecekan oleh engineer ini harus dilakukan secara multi disiplin. Misalnya shop drawing struktur, harus tetap dicek oleh ketiga engineer, yaitu engineer  struktur, arsitektur dan MEP.

5. Melakukan Konsultasi dengan Konsultan Pengawas (MK)

Koordinasi yang intens diperlukan untuk mengawal status gambar yang diajukan telah disetujui atau belum. Selain itu, perlu dikoordinasikan juga cara penyajian gambar yang disetujui oleh konsultan pengawas sehingga pembuatannya lebih efektif. Perlu juga untuk menyepakati SOP pembuatan, approval, dan distribusi gambar shop drawing dalam rangka menjamin pelaksanaan yang lebih baik.

Dalam hal gambar perencanaan yang belum jelas, dalam pembuatan shop drawingnya harus dikomunikasikan dengan konsultan pengawas dan konsultan perencana untuk menjamin apa yang digambar telah sesuai dengan maksud perencanaan.

 

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s